It was a fine day..
Dimulai dengan bangun jam 4 pagi, saat teduh dan berdoa. Membaca sedikit. Mandi air hangat yang menyegarkan. Dressed up and ready for the world.
Satu jam yang menakutkan, dilalui dengan tenang dan penuh determinasi. Then the magic words were heard: "You have passed, with an ‘A’.."
It was a fine day.. one of the finest to remember..
sam-el ladh
Posted in Thoughts | No Comments »
Aku tak akan berseru dengan membusungkan dada
lihat, aku telah berdiri di sini, aku telah sampai ke sana,
telah melakukan ini dan itu, mengumpulkan segono segini…
Ah, memikirkan itu semua membuat perutku mual,
tulang-tulangku meranggas kering
dan semangatku hilang lenyap..
Aku tahu siapa yang kupercaya,
dan Dia tahu siapa diriku,
biji mata-Nya!
13 - 08 - 2008
Sam-el Ladh
Posted in Poems | No Comments »
It’s a bad day today..
Yang pertama, Portugal tersingkir dari Euro 2008 di tangan Jerman 2-3. Lalu PLN memadamkan listrik dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Kemudian aku diberi jadwal pendadaran (sidang tesis) yang paling akhir nun di bulan Agustus nanti. Setelah itu niat menghibur diri di Moviebox pun tidak kesampaian karena tempatnya sudah fully booked. Belum puas, tadi sore notebook acer-ku mati lagi… Aduh!
It’s a bad day today…
Posted in Thoughts | No Comments »
Saya mendapat banyak pertanyaan seputar hukuman fisik yang diterapkan baru-baru ini di Dreamhouse (DH). Sesuatu yang sepintas terlihat tidak konsisten dengan prinsip Zero Violence yang kita anut selama ini.
Pertanyaan yang beralasan, karena saya memang sangat anti menggunakan kekerasan. Yang dilakukan di DH baru-baru ini bukan violence, tetapi bagian dari kasih sayang yang sebenarnya. Ketika anak-anak kecil yang masa depannya masih begitu panjang terbentang itu mulai diperkenalkan pada racun-racun yang akan menghancurkan semua harapan mereka, apalagi yang bisa dilakukan orang tua yang mengasihi dan menyayangi mereka, selain menjauhkan mereka dari semua itu dengan segala cara yang mungkin dilakukan?
Hukuman adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari didikan kasih. Hukuman diberikan bukan untuk menghancurkan dan melukai, tetapi untuk menyadarkan akan kesalahan, untuk memberi pesan bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, bahkan membahayakan mereka sendiri.
Dreamhouse tetap akan zero violence, tapi demi kasih sayang yang lebih besar, didikan harus diberikan dengan utuh, termasuk sewaktu-waktu dengan tongkat yang terayun.
Ah, I love you too much to hurt you. I love so much that I must punish you..
Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya. (Amsal 13:24)
Posted in Thoughts | No Comments »
Sedikit waktu lagi… kuk yang berat yang menyesakkan dada itu akan kubuang jauh-jauh.
Tahun-tahun yang menuntut ketabahan berhadapan dengan pemikir-pemikir yang kebanyakan tidak kumengerti apa maunya itu (walau pemikirannya memang brilian).
Tahun-tahun yang membuatku terpana karena banyaknya rupiah yang terhambur, ditambah banyaknya dosa yang telah kulakukan, yang menghasilkan tambahan satu lemari kayu yang menyesaki kamar sempitku..
Tahun-tahun yang merampas canda dan gulatan dengan kekasih-kekasih kecilku. Tahun-tahun yang menambah kerut di wajah yang tidak cerah ini, dan uban di rambut yang tidak lagi lebat ini.
Sedikit waktu lagi, dan aku kembali merdeka. Melakukan apa yang kupercaya, menghidupi teori yang kususun dengan peluh dan banyak air mata.
Sedikit waktu lagi..
Posted in Thoughts | No Comments »